Anda mungkin sudah makan cukup sayuran dan buah-buahan. Bisa juga Anda sudah cukup berolahraga untuk tetap menjaga kondisi tubuh pada level terbaiknya. Tapi, apakah Anda sudah cukup tidur?

Ya, tidur terbukti memiliki peran yang signifikan untuk menjadi indikator, sekaligus menjadi cara untuk Anda menjaga kesehatan. National Sleep Foundation (NSF) merekomendasikan secara khusus untuk Anda menyediakan waktu tersendiri untuk tidur.

Dri Eric J Olson, M.D, menjelaskan bahwa kondisi dan kualitas tidur seseorang sangat memengaruhi performa mereka dalam setiap aktivitas.

“Sejumlah orang mengklaim merasa telah beristirahat dengan tidur beberapa jam di malam hari, tapi performa mereka sangat terpengaruh,” tulisnya dalam laporan yang dirilis di mayoclinic.org.

Tidur

“Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur dalam jumlah waktu yang terlalu sedikit di malam hari dalam rentang waktu tertentu tidak tampil sebaik orang yang setidaknya tidur kurang lebih tujuh jam di waktu malam,” lanjutnya.

Hasil penelitian menunjukkan orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7,5 hingga delapan jam setiap malam. Namun, diungkapkan Sudhansu Chokroverty, MD, profesor dan co-chair dari Neurologi dan Program Direktur untuk Neurofisiologi Klinis dan Pengobatan Tidur di New Jersey Neuroscience di JFK Medical Center, Edinson, New Jersey, ttak sedikit orang yang bisa tetap beraktivitas dengan baik dengan hanya tidur enam jam, dan ada juga sejumlah orang yang membutuhkan waktu tidur sembilan jam atau lebih.

“Jumlah waktu tidur yang dibutuhkan untuk bisa beraktivitas di hari berikutnya memiliki variasi di setiap individu, dan hal itu ditentukan secara genetik dan budaya yang turun temurun,” ujar Chokoroverty, yang juga merupakan Profesor Neuroscience di Seton Hall University School of Health and Medical Sciences, yang dikutip webmd.com.

Phyllis C. Zee, MD. PhD mengamini hal tersebut. Profesor Neurologi dan Direktur Sleep Disorders Center di Northwestern University Feinberg School of Medicine di Chicago itu itu juga menekankan kurangnya waktu tidur bisa mengganggu kesehatan, bukan hanya secara fisik, tapi juga mental.

“Tidur itu penting untuk fungsi mental, seperti kewaspadaan, konsolidasi memori, pengaturan mood dan kesehatan fisik,” ujarnya yang dikutip Everyday Health.

“Faktanya, data menunjukkan dengan kurangnya waktu tidur, ada perubahan dalam tubuh dalam mengatasi glukosa, yang bisa membawa tubuh pada resistansi insulin (pra-diabetes),” lanjutnya.

“Juga ada bukti bahwa kurangnya waktu tidur memengaruhi nafsu makan, yang bisa berujung pada makan terlalu banyak atau pemilihan makanan yang bisa memberikan kontribusi pada kegemukan dan obesitas.”

Karena alasan tersebut, tak sedikit ahli yang memberikan rekomendasi kepada semua orang untuk melakukan istirahat yang cukup di setiap harinya, untuk bisa menjaga kualitas kondisi tubuh dan mental di level terbaiknya.

Kualitas tidur juga bisa memengaruhi jumlah waktu tidur Anda. Jika tidur Anda kerap terganggu, kualitasnya pun tidak baik. Kualitas tidur Anda sama pentingnya dengan jumlah tidur Anda sendiri.

Kondisi kesehatan juga ikut memengaruhi kondisi dan kualitas tidur Anda.

“Ada hubungan timbal balik yang sangat erat antara tidur dan kesehatan. Hal ini bisa dipengaruhi oleh kondisi jantung itu sendiri, seperti tekanan darah tinggi, stroke, serangan jantung atau bahkan gagal jantung,” ujar Robert Simpson, MD, asisten profesor di University of Utah.

Gaya hidup modern yang serba cepat dan terburu-buru juga memberikan pengaruh besar atas kualitas tidur setiap orang, demikian diyakini Simpson.

“Kita semua menjalani hidup yang cepat ini dan kita semua memiliki pekerjaan yang super sibuk,, dan juga anak-anak dan latihan sepakbola mereka. Pada akhirnya tidur menjadi hal yang dikorbankan, padahal itu yang memberikan pengaruh pada kesehatan kita secara keseluruhan,” jelasnya.

Jadi, ayo tidur!

Advertisements