Laporan BBC Indonesia dan Tempo mengenai dugaan praktik penggunaan bahan kadaluarsa oleh Pizza Hut dan Marugame Udon mendapat perhatian tersendiri. Hal itu pun juga memici diskusi mengenai aman tidaknya mengkonsumsi makanan yang sudah lewat tanggal konsumsi.

Namun ketimbang membahas apa efek negatif yang bisa terjadi mengkonsumsi produk yang sudah lewat tanggal kadaluarsanya, akan lebih produktif jika pengawasan bisa datang dari kita sendiri.

Kadaluarsa

Salah satu langkah di antaranya adalah dengan mengetahui cara membaca tanggal kadaluarsa sebuah produk. Hal ini sangat penting karena bisa mempengaruhi kesehatan kalian, sekaligus mengurangi potensi membuang produk atau makanan.

“Ada banyak cara untuk menyelamatkan makanan, mulai dari pembelian dalam jumlah tepat, penyimpanan yang benar, pembekuan sebelum sampai tanggal kadaluarsa, dan memanfaatkan sisa makanan untuk diolah menjadi makanan lain. Melakukan hal tersebut secara tepat membuat makanan tidak perlu dibuang sia-sia,” tutur Emma Marsh, ketua kampanye Love Food Hate Waste, seperti dilansir dari National Geographic.

Tapi, mengetahui tanggal kadaluarsa saja tidak cukup. Pasalnya dalam suatu produk, ada sejumlah tanggal yang tertera di sana.

Penggunaan kata-kata berbeda untuk menunjukkan tanggal kadaluarsa pada produk makanan, seperti “use by“, “best before“, dan “display until” memiliki arti berbeda. Tapi di mata konsumen, tanggal yang tertera pada produk adalah hal terpenting. Jika tanggal sudah lewat, mereka segera membuangnya.

Emma menjelaskan tanggal “best before” berkaitan dengan kualitas makanan. Ini adalah ukuran seberapa lama produk tetap segar dan bercitarasa paling enak. Biasanya digunakan pada produk kemasan di supermarket. Sebenarnya tidak apa-apa mengonsumsi makanan setelah tanggal “best before” selama rasa, bau dan tampilannya masih baik. Namun ini tidak berlaku pada telur.

Tanggal “use by” sendiri memiliki implikasi keamanan yang pasti sehingga digunakan pada makanan segar seperti daging, ikan dan ayam. Emma mengatakan penanggalan ini harus benar-benar dipatuhi, terlepas dari tampilan dan bau produk.

Adapun tanggal “display until” digunakan pada kemasan terutama untuk membantu supermarket lebih baik mengelola perputaran stok. Ini sama sekali tidak memiliki implikasi nyata bagi konsumen.

Diambil dari sejumlah sumber, termasuk di wikipedia, inilah sejumlah petunjuk untuk membaca tanggal pada kemasan.

Apabila ada lebih dari dua tanggal – Bila di kemasan tertera lebih dari 2-3 tanggal berbeda, ada beberapa cara membacanya. Tanggal tersebut biasanya memainkan peran tersendiri. Misalnya, tanggal pertama adalah untuk tanggal produksi, tanggal kedua tanggal dikeluarkannya produk tersebut dari pabrik, dan tanggal sisanya adalah tanggal yang menginformasikan tentang kadaluarsa.

Kode P/M – Artinya adalah product by atau manufactured by. Kode ini biasanya disertai tanggal yang menjelaskan tanggal produk tersebut dibuat. Biasanya ada kode singkatan tertentu untuk nama perusahaan.

Kode pack by date – Adalah kode tanggal tercetak pada kemasan yang menjelaskan kapan produk tersebut dipacking oleh produsen atau distributornya. Biasanya, kode ini terdapat pada minuman seperti kopi, teh, manisan atau buah kaleng.

Kode sell by date – Tanggal tersebut menjelaskan kapan barang keluar dari pabrik produsen yang kemudian disalurkan pada distributor atau pada konsumen. Tanggal ini biasanya dicantumkan pada frozen food atau makanan yang segera harus disimpan atau diperlakukan spesial.

Kode use by date atau used before – Tanggal ini merupakan tanggal peringatan bagi konsumen tentang masa kadaluarsa sebuah produk. Ia juga menerangkan kondisi terbaik produk tersebut boleh dikonsumsi. Biasanya kode seperti ini tercantum pada produk fermentasi.

Semoga bermanfaat!

Advertisements