Mengubur mimpi sebagai yang terbaik di lintasan balap sepertinya tak pernah ada dalam pikiran Alex Zanardi. Mantan pebalap Formula 1 yang kehilangan dua kakinya itu memilih berpindah dan kini menjadi salah satu pebalap difabel yang paling berprestasi.

Mantan driver Jordan, Minardi, Lotus dan Williams di arena balap jet darat F1 itu memang mendapat nasib buruk. Pada tahun 2001, dia mengalami kecelakaan fatal di arena Champ Car di Lausitzring, yang membuatnya kehilangan dua kakinya dan nyaris kehilangan nyawanya.

alexzanardi2

Karena kecelakaan tersebut, pebalap asal Italia tersebut harus menjalani serangkaian operasi, termasuk di antaranya amputasi dua kakinya, dan masa rehabilitasi serta pemulihan yang cukup panjang. Dan setelahnya, Zanardi kembali ke dunia balap mobil.

Menggunakan mobil yang dimodifikasi khusus, Zanardi berlomba di Monza, Italia dan bisa menyudahi balapan di urutan tujuh. Pada 2004, Zanardi kembali mengikuti balapan secara penuh dengan membela tim Roberto Ravaglia, BMW Team Italy-Spain dii FIA European Touring Car Champions. Dan di sejumlah seri, Zanardi sukses menduduki podium juara sebelum akhirnya memilih pensiun pada 2009.

Zanardi juga berkesempatan menjajal kembali mobil Formula 1 milik BMW Sauber yang sudah dimodifikasi sesuai kebutuhannya pada November 2006.

“Tentunya saya tahu saya tak akan mendapatkan kontrak dari tim Formula 1, akan tetapi bisa mendapatkan kembali kesempatan untuk kembali sebagai pebalap F1 merupakan hal yang luar biasa,” ujarnya usai menjajal mobil BMW Sauber kala itu.

alexzanardi1

Dan dengan ambisinya untuk bisa berada di jalur balap terus menggelora, Zanardi pun berpindah jalur dengan menjadi pebalap handcycling. Dan pada 2007, dia sukses menjadi juara keempat di New York City Marathon di divisi handscycle. Sejak itu, Zanardi berlatih lebih serius sebelum akhirnya ambil bagian di Para-Cycling Road World Championship pada 2009. Dia menegaskan lewat ajang ini, dirinya berharap bisa mendapatkan tempat di tim Italia untuk Paralympics Musim Panas 2012.

Kejayaan Zanardi pun dimulai. Pada 2009, dia memenangi Venice Marathon untuk kategori difabel dengan menggunakan kursi roda. Pada 2010, Zanardi juga berhasil memenangi kejuaraan Rome City Marathon. Setahun kemudian, pada keikutsertaan keempat, Zanardi akhirnya bisa memenangi New York City Marathon di kelas handcycling.

alexzanardi3

Dan medali emas pertama di Paralympyc Games 2012 di London berhasil didapatnya pada 5 September di tahun yang sama lewat Road Time Tral H4 putra dengan unggul 27,14 detik dari Nobert Mosandi. Empat hari kemudian Zanardi kembali meraih medali di H4 Road Race dan mendapatkan medali perak untuk Italia di tim campuran H1-4.

Dan pria 49 tahun ini kini sukses mendapatkan kembali medali emas ketiga di ajang Paralympic setelah memenangi H5 Time Trial di Rio de Janeiro. Zanardi, yang sudah menjalani 41 seri Grand Prix F1 di tahun 90an tersebut, juga berpeluang menambah koleksi medalinya dengan ambil bagian di H2-H5 Tim Campuran Estafet pada hari Jumat untuk tim Italia.

Semangat yang luar biasa. Salut!

Advertisements