Tak ada yang mengenal tim sepakbola bernama Chapacoense, dari mana mereka berasal, di mana mereka bermain, bahkan siapa saja pemain yang bermain untuk mereka.

Tapi kemudian, ada tragedi yang tragis, yang menampar semua pecinta sepakbola di seluruh dunia dan mengingatkan akan keberadaan mereka. Tragedi itu adalah kecelakaan pesawat yang mereka tumpangi dalam perjalanan menuju Kolombia.

Pesawat yang mereka tumpangi, LaMia Airlines Flight 2933 jatuh di pegunungan di dekat Medellin, Kolombia. 71 penumpang, yang sebagian besar adalah pemain, ofisial tim dan jurnalis meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Ada juga enam korban selamat, dengan tiga di antaranya adalah pemain Chapecoense, yaitu pemain belakang Helio Neto dan Alan Ruscchel, kiper Jackson Follmann.

Tak pelak, tragedi ini membuat dunia sepakbola terhenyak dan berduka. Bahkan mereka yang tak mengenal sedikitpun mengenai tim ini menunjukkan simpati yang luar biasa.

Caphecoense memang bukan tim ternama Brasil seperti Sao Paulo, Flamengo atau Fluminense. Bahkan pada 2009, klub ini masih terdampar di divisi empat kompetisi nasional Brasil.

Didirikan pada 10 Mei 1973, Chapecoense merupakan klub yang berasal dari kota Chapeco negara bagian Santa Catarina. Kota Chapeco sendiri merupakan kota dengan populasi 200 ribuan penduduk, termasuk kota kecil untuk Brasil. Kapasitas stadion yang mereka miliki, Arena Conda, juga hanya bisa menampung sekitar sepuluh persen saja dari jumlah penduduknya.

Tapi bila berbicara kesuksesan, Chapecoense merupakan salah satu tim yang sukses. Lima gelar Campeonato Catarinense berhasil mereka raih, yaitu pada 1977, 1996, 2007, 2011 dan 2016. Namun bila melihat di mana mereka bermain, Chapecoense memang bukan tim langganan Serie A, kompetisi terbesar di Brasil. Tim yang kini tercatat hanya memiliki 12 pemain tersebut paling sering bermain di Serie C.

Bahkan pada 2009, Serie D sempat Pachecoense cicipi sebelum kemudian promosi ke Serie C di tahun yang sama. Sejak itu, Pachecoense terus promosi dan promosi, meraih prestasi demi prestasi, dengan promosi ke Serie B pada 2012, ke Serie A pada 2013 dan menyentuh final Coopa Sudamericana pada tahun ini.

Kesuksesan Chapecoense mencatat sejarah dengan melangkah ke final Copa Sudamericana 2016, dengan mengalahkan San Lorenzo de Almagro, dan akan menghadapi Atletico Nacional dari Kolombia, terhenti dengan cara yang tragis. Pesawat mereka jatuh saat perjalanan ke Medellin, markas Atletico Nacional.

Duka mendalam pun terlihat. Twitter resmi Chapecoense menampilkan ‘pesta terakhir’ pejuang mereka, dengan caption “Biarlah video ini menjadi gambar terakhir dari pejuang kami.”

 

Jurnalis Argentina kepada CNN bahkan memberikan penghormatan tertinggi kepada Caphecoense.

“Tidak seperti yang terjadi dengan klub besar Brasil, kerendahan hati Chapecoense dan perjalanan luar biasa di Copa Sudamericana mendapatkan pengakuan dari fans sepakbola Brasil secara umum, menjadi favorit bagi suporter. Inilah cedera Cinderella dari Amerika Latin, tak ada yang memprediksi akhir setragis ini,” ujarnya.

Dan pemandangan di stadion Chapecoense menggambarkan hal itu. Masyarakat Chapeco, dari berbagai latar belakang, berkumpul di Arena Conda, untuk berdoa dan berduka bersama, mengenang para pejuang mereka.

“Kami sudah melalui sebuah mimpi indah menuju ke mimpi yang sangat buruk,” ungkap Fernando de Oliviera, warga lokal Chapeco yang ikut hadir menunjukkan simpati dan dukanya itu.

“Di sini memang kota kecil, tapi rasanya kami bisa tumbuh bersama dengan tim kami. Banyak dari pemain kami berasal dari sini. Saya bisa berlari dan memeluk mereka dan keluarga mereka di jalan raya, seperti tetangga sendiri,” sambung Laura Zanotelli, remaja putri lokal Capheco berusia 17 tahun.

Pintu masuk stadion juga sudah dipenuhi oleh jersey, bunga dan lilin yang dipasang oleh penggemar. Poster dengan tulisan yang dibuat anak kecil seakan menunjukkan bagaimana kota Chapeco, dan seluruh dunia, ikut mendoakan yang terbaik untuk Chapecoense.

“Mereka tak pernah berhenti memanjat, dan sekarang mereka berada di surga.”

RIP Chapecoense Warrior, #ForcaChape

Advertisements